belajar dari masa lalu

Waktu kita sekolah, pasti kita ingat tentang pelajaran sejarah. Apalagi bagi siswa yang jurusannya IPS, pasti sudah menjadi hari2nya utk belajar sejarah. Tau gak sii kenapa kita harus belajar sejarah. Dan dalam agama Islam pun diajarkan sirah Nabawiyah ataupun sirah sahabat, ulama tabiet tabiien sampai ulama era sekarang. Hal itu diperuntukkan bagi kita agar bisa belajar mengambil hikmah kejadian yang terjadi pada masa lalu.

Kalo kita teliti dalam Al Quran pun yang notabene-nya sebagai salah satu pedoman umat Islam dalam hidupnya, terdapat banyak sekali tentang kisah-kisah umat terdahulu. Mulai dari yang baik, berakhlak, jahat, sombong, menyimpang, dll. Allah Subhana wata’ala tidak segan-segan untuk menceritakan kisah hambanya terdahulu sebelum kita. Itu berarti apa?? Itu artinya Allah Subhana wata’ala concern terhadap sejarah agar umat manusia bisa menghadapi persoalan hidup dan menghindari kesalahan.

Nah bagaimana kita menanggapi sejarah? Tentu sejarah tidak akan kembali terulang. Waktu lah yang sudah memakannya sampai habis. Masa lalu hanya bisa dijadikan hikmah/ibroh yang baik sebagai pelajaran. Tinggalkan masa lalu, ambil yang sekarang. Jangan banyak berharap dengan masa depan, karena itu semua masih menjadi misteri. Saya telah banyak mendapat pelajaran dari ini semua. Jika kita terlalu berharap akan masa depan, akan menjadi depresi dan tidak menerima kenyataan. Ujung-ujungnya kita tidak bersyukur kepada Allah Subhana wata’ala. Syekh Aidh Al Qarni berkata, “orang yang paling dangkal adalah orang yang banyak berbicara tentang dirinya dan panjang angan-angan”.

Filosofi menyetir dapat kita ambil, manakala sedang menyetir pasti kita akan fokus terhadap pandangan ke depan. Namun hanya sesekali untuk melihat kaca spion untuk berhati-hati. Anggaplah pandangan kita ke depan sebagai hari ini, dan kaca spion sebagai sejarah. Spion digunakan manakala untuk sebagai bahan pertimbangan agar tidak terjadi kecelakaan, kegagalan, dll. Tidak untuk selamanya kita berkutat dimasalah masa lalu itu.

So sekarang mulailah melakukannya semua sekarang. Jangan tunggu waktu lain, bisa jadi dikemudiaan hari kita tidak dapat menyelesaikannya alias die! Salam semangat dari saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s